Hari keempat KKN menjadi hari yang cukup padat dan penuh warna karena kami mulai menjalankan program kerja utama yaitu kegiatan mengajar. Ada lima titik lokasi yang menjadi tempat kami mengabdi dalam bidang pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMP, dan setiap kelompok mengalami cerita yang berbeda-beda hari ini.
Kelompok pertama mengajar di PAUD, yang sejak awal memang dijadwalkan untuk mengajar setiap hari. Anak-anaknya lucu, aktif, dan sangat antusias menerima kehadiran kami. Suasana di PAUD selalu ceria dan ramai, jadi walaupun melelahkan, semangat kami justru tumbuh dari senyum dan pelukan kecil mereka.
Untuk kelompok SD, ada dua sekolah dengan kondisi berbeda. SD pertama yang letaknya dekat dengan kantor kepala desa, hari ini belum bisa dimasuki untuk mengajar karena masih harus menyesuaikan jadwal dan administrasi sekolah. Jadi kami hanya bersilaturahmi dan berkoordinasi dulu dengan pihak sekolah.
Sementara itu, SD kedua yang letaknya cukup jauh dan berada dekat dengan area wisata pegunungan, justru sudah mulai menjalankan proses mengajar. Mengajar di sini sangat menyenangkan. Tidak hanya karena siswanya antusias, tapi juga karena suasana alamnya yang indah. Pemandangan pegunungan yang terbentang jadi latar belakang kegiatan belajar, membuat pengalaman mengajar terasa lebih damai dan menyegarkan.
Untuk SMP, kami juga membagi ke dua lokasi. SMP pertama yang berlokasi dekat dengan posko laki-laki, hari ini juga belum bisa dimulai proses mengajarnya. Hal ini karena penanggung jawab kegiatan sekolah sedang tidak berada di lokasi, sehingga kami harus menunggu dua hari lagi agar program kami tidak bertabrakan dengan agenda sekolah.
Nah, cerita paling unik datang dari kelompok yang ditugaskan ke SMP kedua. Lokasinya cukup jauh dari kedua posko, masuk ke arah pedalaman yang mulai berbatasan dengan hutan. Sekolah ini baru pindah lokasi di semester ini, jadi jalurnya belum sepenuhnya familiar. Kami sempat nyasar di jalan, tidak tahu arah pasti menuju sekolah, hingga tiba-tiba seekor anjing muncul dan berkeliaran disepanjang jalan itu. Entah bagaimana, kami mengikuti si anjing dan benar saja, atas bantuan anjing itu kamipun sampai di sekolah tersebut. Anjing itu seperti menuntun kami ke sekolah. Terima kasih, anjing penunjuk jalan! 🐕
Setelah tiba dan menyapa pihak sekolah, kami langsung memulai kegiatan mengajar. Tapi, sebelum masuk ke materi inti, kami menyadari bahwa ada beberapa siswa yang belum rapi dalam berpakaian, terutama dalam pemakaian dasi. Akhirnya, hal pertama yang kami lakukan adalah membantu mereka merapikan penampilan, agar semangat belajar juga tumbuh dari rasa percaya diri dan disiplin.
Di balik semua kegiatan ini, setiap kelompok berhasil mendokumentasikan pengalaman mereka dengan sangat baik. Hasil dokumentasinya tak hanya edukatif, tapi juga ada unsur humor, kebersamaan, bahkan sedikit romantis khas anak KKN yang membuat kontennya terasa hidup dan menyenangkan untuk dilihat. Semoga fyp di medsos, amiinn.
Sementara itu, dua orang dari kelompok kami yang ditugaskan untuk standby di kantor desa, masih belum bisa menjalankan program pendataan penduduk muslim, karena perangkat desa yang bersangkutan sedang memiliki urusan mendesak lain. Tapi kami tetap datang ke kantor desa, berkenalan dan membangun relasi dengan perangkat desa lain, sambil menunggu arahan resmi.
Di sore harinya beberapa teman-teman perempuan mengikuti perwiritan perempuan yang diadakan di rumah warga. Kegiatan perwiritan inipun juga berjalan lancar.
Dan tak disangka-sangka, hari ini adalah ulang tahun bendahara kelompok kami. Kami pun sepakat untuk mengadakan prank ulang tahun yang dirancang dengan cukup serius. Skemanya, kami berpura-pura bertengkar soal uang, seolah-olah ada yang kehilangan dana dan mulai saling tuduh. Bendahara yang ulang tahun jadi ikut terbawa emosi karena posisinya cukup krusial dalam urusan keuangan kelompok.
Puncaknya terjadi saat evaluasi malam. Saat suasana cukup tegang, kami secara tiba-tiba mengeluarkan kue ulang tahun dan menyanyikan lagu "Selamat Ulang Tahun" dengan penuh semangat. Bendahara kami yang sempat terbawa emosi langsung tertawa terharu. Prank sukses besar! Suasana jadi cair, semua senang, dan momen ini pastinya akan jadi kenangan tak terlupakan selama KKN.
Alhamdulillah, hari ini berjalan lancar. Banyak agenda yang terlaksana dengan baik, cerita yang lucu, dan tentu saja, kedekatan antar anggota yang semakin erat.
0 Komentar